Apakah anak saya akan bisa berjalan?

Apakah anak saya akan bisa berjalan?

Pertanyaan yg sering sekali diajukan oleh orang tua dengan anak penderita CP kepada dokter dan tenaga kesehatan lainnya. Sayangnya jawaban terhadap pertanyaan tersebut tidaklah mudah dan tidak mempunyai akurasi 100%, namun hanya berupa perkiraan2 berdasarkan pengamatan para ahli dan penelitian yg dilakukan pada anak penderita CP.
Kemampuan berjalan, walaupun hanya dalam jarak pendek, merupakan sebuah target yg penting dalam keluarga dengan anak penderita CP. Walaupun dalam tulisan saya sebelumnya menggambarkan bahwa kemampuan berjalan mandiri bukan merupakan prioritas utama pada anak dengan CP, namun keterbatasan berjalan memang menyebabkan banyak halangan dalam aktifitas fisik, rekreasi dan sosial yg mungkin menghalangi dalam terbentuknya perkembangan kemampuan bersahabat antar anak.
Pengetahuan terhadap indikator dini dari kemampuan berjalan sangat relevan pada anak dengan CP, terutama pada anak dengan GMFCS (sudah dibahas dalam tulisan sebelumnya) II dan III dimana kemandirian dalam berjalan pada awal masa kanak2 sangat bervariasi dan diprediksi memang akan mempunyai keterbatasan dalam kemandirian berjalan di luar rumah dan lingkungan.
Kemampuan berjalan tanpa bantuan, meski hanya dalam jarak pendek, sangat mempengaruhi kemandirian dalam mobilitas, aktivitas sosial dan belajar. Palisano, dkk., menemukan bahwa anak dengan GMFCS II dan III akan 4,6x lebih mungkin untuk tidak aktif dalam aktivitas dengan temannya dibandingkan anak dengan GMFCS I.
Dari penelitian didapatkan beberapa hal yg bisa menjadi indikator kemampuan berjalan mandiri :

  • Ditemukan hasil negatif pemeriksaan refleks primitif pada anak diatas 12 bulan
  • Duduk tanpa pegangan, dan menarik badan untuk berdiri pada umur 2 th
  • Merangkak dengan tangan dan lutut pada umur <= 30 bulan
  • Tidak ada gangguan pengelihatan
  • Tidak ada gangguan intelektual
  • Tidak mengidap epilepsi atau kejang

Apakah anak saya akan bisa berjalan?

Akurasi dari indikator diatas bervariasi antar penelitian dengan sebaran 75-90%, hal ini juga harus didukung oleh orang tua yg kooperatif dan mendukung perkembangan anak serta dokter dan tenaga kesehatan yg mumpuni dalam membantu anak tersebut mencapai potensi maksimalnya. Masih banyak lg hal yg berpengaruh terhadap kemampuan anak untuk berjalan mandiri, misal tipe dari CP yg dialami, intervensi terapi fisik yg adekuat, dokter yg berkompeten menangani anak dengan CP, dll. Namun beberapa penelitian menyatakan bahwa bila anak dengan CP pada umur 7-8 tahun sudah tidak bisa berjalan mandiri, maka semua usaha untuk mencapai hal tersebut bisa dihentikan dan berfokus terhadap peningkatan ketrampilan lain yg masih bisa dimaksimalkan.
Tujuan dari tulisan ini bukan untuk memberikan harapan yg terlalu tinggi atau mematahkan semangat orang tua yg memiliki anak dengan CP. Harapan akhirnya adalah supaya orang tua memiliki target yg realistis terhadap kemampuan anak, terutama dalam hal kemampuan berjalan secara mandiri. Banyak ketrampilan2 lain yg bisa dikembangkan yg tidak bergantung terhadap kemampuan berjalan dan yg mungkin lebih cocok untuk kondisi anak anda.
Sekian dan tetap semangat…

Narasumber :

Nama : Dr. Patar Oppusunggu Sp.OT
Pekerjaan : Dokter Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi di RSUD Kab Tangerang Banten.
Pendidikan :
– FKUI-RSUPN Cipto Mangunkusumo
– Departemen Orthopaedi dan Traumatologi FKUI RSUPN Cipto Mangunkusumo
– Fellowship Pediatric Orthopedic, Mumbai. India

Facebook Comments
Share Button

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *