Cerebral Palsy (Artikel 1)

Dibagikan oleh : Ni Putu Ayu Saraswati
Narasumber : Dr. Setyo Handryastuti
Divisi Neurologi Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI-RSCM
08 Februari 204

CEREBRAL PALSY

  • Apa itu Cerebral Palsy?
  • Cerebral palsy berasal dari kata cerebral yang berarti otak dan palsy yang berarti kelemahan/ kelumpuhan/gangguan/ kontrol gerak otot. Cerebral palsy adalah gangguan gerak motorik kasar dan halus yang disebabkan gangguan pada otak yang masih berkembang (usia 0-6 tahun)

  • Gejala Cerebral Palsy
  • Gejala utama dari cerebral palsy (CP) adalah gangguan pada motorik kasar dan halus berupa kelumpuhan dan kekakuan otot. Pada anak dengan CP ringan akan terlihat sebagai gerakan yang kikuk, lamban, gemetar, dan gangguan keseimbangan. Sedangkan pada anak dengan CP berat berupa hambatan yang bermakna dalam melakukan aktifitas motorik sehari-hari, misalnya ketidakmampuan anak untuk duduk, berdiri, apalagi berlari.

  • Penyebab Cerebral Palsy
  • Sebanyak 75% disebabkan gangguan pada saat kehamilan atau pranatal, misalnya gangguan perkembangan otak dan infeksi toksoplasma, rubela, CMV, cacar air, atau herpes. Penyebab lainnya yaitu sebesar 10-15% adalah gangguan saat persalinan sampai usia bayi 1 bulan atau perinatal, misalnya bayi lahir prematur, kurang oksigen, infeksi otak, kejang, atau tidak disuntik vitamin K saat lahir sehingga terjadi perdarahan pada otak. Cerebral Palsy juga dapat disebabkan pasca natal (10%), misalnya trauma kepala, infeksi otak, atau perdarahan otak.

  • Klasifikasi Cerebral Palsy
  • Cerebral Palsy dapat diklasifikasikan berdasarkan beberapa kategori.
    Berdasarkan tipenya
    • Spastik, tipe tersering, yaitu kaku dan sulit melakukan gerak
    • Diskinetik, yaitu CP dengan gerak di luar kontrol, misalnya distonia (postur abnormal, tubuh seperti terpuntir) dan atetoid (gerak kaki, tangan, lengan, mulut yang di luar kontrol)
    • Ataksik, yaitu tremor dan gerak yang tidak stabil
    • Tipe campuran
    Berdasarkan fungsi motorik dalam melakukan aktifitas sehari-hari

    pict5

    Berdasarkan bagian tubuh yang terkena
    • Hemiplegia yaitu hanya mengenai satu sisi tubuh atau separuh tubuh.
    • Kuadraplegia yaitu mengenai keempat anggota tubuh, baik tungkai atas (tangan) dan tungkai bawah (kaki)
    • Diplegia yaitu mengenai keempat anggota badan tapi tungkai bawah lebih berat

    pict3

  • Kondisi yang Menyertai CP/Komorbiditas
  • Pada anak dengan CP saja hanya mengalami gangguan motorik kasar dan halus. Namun pada sebagian anak CP ada problem yang menyertai CP tersebut yang disebut komorbiditas. Ada atau tidaknya komorbiditas tersebut tergantung dari luas atau lokasi dari kerusakan otak. Contoh komorbiditas misalnya epilepsi (45-50%), disabilitas intelektual (52-60%), keterlambatan bicara/bahasa (38%), gangguan penglihatan (28%), gangguan pendengaran (12%), dan masalah belajar atau perilaku.

  • Komplikasi CP
  • Ada pula komplikasi dari CP atau problem yang disebabkan oleh CP tersebut.
    • Problem pencernaan, misalnya muntah dan refluks (GERD). Dikarenakan ototnya spastis termasuk klep di lambungnya. Akibatnya makanan yang masuk ke lambung akan kembali lagi ke kerongkongan, lalu ke mulut, dan muntah.
    • Problem oromotor, saraf-saraf otak yang terganggu mempengaruhi saraf-saraf oromotornya (saraf di sekitar mulut, pipi, dan rahang) sehingga anak akan sulit menelan atau makan, mengiler, dan gangguan artikulasi
    • Gangguan sensasi dan persepsi, dikarenakan saraf-saraf sensoriknya terganggu
    • Mudah terjadi trauma, misalnya mudah jatuh saat berlari atau olahraga pada anak dengan CP ringan
    • Problem pernapasan. Anak CP yang lebih sering pada posisi tidur akan sulit untuk batuk atau mengeluarkan lendir. Manusia dapat batuk jika posisinya tegak (duduk atau berdiri). Pilek, batuk, dan demam pada anak CP sebaiknya ditangani segera agar tidak berlanjut lebih parah dan beresiko terkena pneumonia (radang paru-paru). Problem pernapasan ini bisa teratasi dengan rutin menjemur anak setiap pagi, kamar tidurnya tidak boleh lembab, dan diinhalasi jika perlu.
    • Problem tulang dikarenakan kurang aktifitas dan kurang matahari. Misalnya osteoporosis atau pengeroposan tulang dan nyeri tulang.
    • Problem kekakuan otot dan sendi, dapat menyebabkan gangguan tidur dan nyeri
    • Gangguan berkemih dan defekasi, dikarenakan otot kandung kemih yang kaku. Pada kondisi berat perlu digunakan kateter.
    • Konstipasi dan sulit buang air besar , dapat menyebabkan gelisah dan sulit tidur. Gangguan ini tergantung aktifitas anak. Jika anak pasif akan cenderung sulit untuk mengedan

  • Tata Laksana CP
  • Tata laksana pada cerebral palsy melibatkan berbagai profesi seperti dokter anak, neurologi anak, rehabilitasi medis, mata, THT, bedah, terapis, psikolog, guru, dll.
    • Rehabilitasi Medis
    • Obat-obatan, berfungsi untuk mengurangi kekakuan /spastisitas sehingga akan mudah dilakukan fisioterapi dan anak akan lebih nyaman serta mudah tidur. Obat-obatan tersebut misalnya diazepam, clonazepam, injeksi botolinum toksin, lioresal (baclofen), tizanidin, dan sodium dantrolen. Obat-obatan ini tidak diberikan secara terus-menerus. Jika terapinya sudah jauh lebih mudah, obat-obatan tersebut bisa dikurangi perlahan-lahan.
    • Terapi Bedah
    • Alat-alat bantu

    Tata Laksana Komorbiditas CP
    • Epilepsi, diberikan obat anti epilepsi sampai 2-3 tahun bebas kejang
    • Disabilitas intelektual, dapat dilakukan tes IQ untuk melihat derajat DI dan pendidikan yang sesuai
    • Keterlambatan bicara/bahasa, dapat dilakukan pemeriksaan pendengaran dan terapi wicara
    • Gangguan Penglihatan, dirujuk ke dokter spesialis mata
    • Gangguan Pendengaran, dilakukan pemeriksaan pendengaran (OAE, BERA)
    • Masalah belajar/perilaku, dilakukan terapi perilaku, sekolah khusus, dan obat-obatan jika perlu

  • Kapan Curiga Kejang?

Orang tua harus tau frekuensi kejang pada anaknya karena akan berpengaruh ke dosis obat kejang yang akan dikonsumsi. Namun terkadang orang tua bingung membedakan apakah anaknya mengalami kejang atau hanya spastis (kaku). Pada kejang, gerakan terjadi tiba-tiba dan tanpa penyebab tertentu sedangkan pada kaku ada penyebabnya misalnya suara yang kencang, anak sedang emosi, atau ketika anak ingin buang air besar. Kejang dapat berupa gerakan-gerakan spontan yang tidak biasa dan berulang. Ada gerakan kaku, kaget, menyentak tanpa ada sesuatu hal yang mengagetkan. Mata anak sesekali melihat ke satu arah, wajah sesekali menoleh ke satu sisi. Jika orang tua masih belum yakin apakah gerakan tersebut kejang atau kaku, orang tua dapat merekam gerakan tersebut lalu ditunjukkan pada neurolog anak. Dapat pula dikonfirmasi dengan pemeriksaan EEG.

Facebook Comments
Share Button

7 thoughts on “Cerebral Palsy (Artikel 1)”

  1. Haloo..saya punya anak 7bulan di diagnosa cp . Karna saat usia 3 terkena pneumonia sampai koma 7hari ..

    Skrg cp spastik + kejang saat mau tidur sprti orang kaget ,, itu bs 5-10menit ..
    Gmna cara gabung grup ini ? Atau ad grup wa utk mempermudah komunikasi ?
    Krna d fb saya searching tdk ada .. ini no tlp saya 081314895792

  2. admin, anak saya ada masalah kesehatan sama dengan artikel ini, bisa gak bantuan / solusi penanganan yg harus saya lakukan, saya di sumatera barat. terima kasih

  3. Pak Admin dan Mbak Maya, aku udeh ada scan full komplit silde kemaren tp banyak tulisan tangan aku nya hehehe…. gimana ?

    1. Ayo saya tunggu artikel yg lainnya. O iya Mba Maya tulisan2 yg di FB ternyata hrs di copas. Soalnya kl buka dari link web ini tetep minta masuk melalui akun FB. Jadi pembaca yg ga punya akun FB tetep ga bisa buka. Jadi saya minta ijin copas ya 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *