Cerebral Palsy Center : Antara Harapan Dan Tantangan ( 2 )

Cerebral Palsy Center : Antara Harapan Dan Tantangan ( 2 )

CP Center 1

Harapan yang besar akan terwujudnya sebuah Cerebral Palsy Center tentunya tak bisa lepas dari tantangan dan rintangan. Dari hasil perbincangan awal bisa dikemukakan beberapa tantangan yang harus diatasi dalam mewujudkan cita-cita membangun sebuah Cerebral Palsy Center.

  • Sosialisasi
  • Harus diakui bahwa istilah Cerebral Palsy (CP) belum dikenal banyak orang. Walaupun pada kenyataannya jumlah penyandang CP terus saja meningkat. Dari satu masalah “sosialisasi” ini saja banyak timbul tantangan2 lainnya yang tidak mudah diatasi. Pada pihak keluarga yang kebetulan mempunyai anggota keluarga penyandang CP, bisa jadi mereka akan mengasingkan penyandang CP dari dunia luar. Lembaga2 pelayanan kesehatan yang belum mengenal dan memahami tentang CP kemungkinan akan memberikan pelayanan yang kurang tepat kepada penyandang CP. Pihak pemerintahan yang tidak mengenal tentang CP tidak bisa diharapkan memberikan jaminan atas hak-hak penyandang CP. Hal ini juga yang menjadi salah satu alasan terbentuknya Yayasan Rumah Cerebral Palsy. Dengan membangun sebuah komunitas diharapkan akan lebih mudah melakukan upaya sosialisasi tentang CP. Kepada masyarakat yang mempunyai anggota keluarga penyandang CP diharapkan agar jangan lagi mengasingkan penyandang CP karena ketidak-pahaman tentang CP. Alangkah lebih baik jika turut merapatkan barisan dengan komunitas2 yang peduli terhadap penyandang CP.

  • Pembiayaan
  • Meski terdengar klise namun masalah pembiayaan dalam mewujudkan sebuah CP center merupakan tantangan terbesar yang harus dihadapi. Akan sulit mengharapkan pembiayaan ini diambil dari para anggota komunitas penyandang CP. Dalam kegiatan pelatihan home therapy yang diadakan sebelumnya tampak bahwa keluarga penyandang CP didominasi oleh masyarakat kurang mampu. Idealnya pihak pemerintahlah yang harusnya bisa memberikan pelayanan paripurna bagi para penyandang CP ini. Bukankah para penyandang CP juga merupakan bagian dari masyarakat yang menjadi tanggung-jawabnya. Hanya saja saat ini pemerintah terkesan menganggap penyandang CP sama seperti para penyandang cacat fisik seperti tuna netra, tuna rungu dan lain-lain. Kurangnya sosialisasi sekali lagi menjadi penyebab terjadinya masalah ini. Pengelompokan yang tidak tepat tentunya akan menimbulkan penanganan yang tidak tepat pula.

    Salahsatu alternatif untuk mendapatkan pembiayaan dalam mewujudkan CP center mau tak mau adalah dengan mengoptimalkan pihak swasta dan fund rising lainnya. Pemerintah telah mewajibkan kepada pihak swasta untuk menyisihkan dana bagi proyek-proyek sosial di masyarakat atau yang lebih dikenal dengan Corporate Social Responsibility (CSR). Untuk mendapatkan dana dari sana tentu saja harus melalui serangkaian proses yang panjang. Seringkali pihak swasta atau fund rising lebih menyukai menyalurkan dana bantuan untuk kegiatan sosial yang “menjual”. Hal inilah yang membuat sosialisasi lagi-lagi berperan penting. Dalam pengalaman Pak Dwi sendiri, beliau seringkali mengajukan sebuah proposal kepada berbagai pihak. Ketika dikemukakan bahwa kegiatan yang hendak dilakukan adalah untuk penyandang CP maka kebanyakan mereka tidak mengetahui apapun tentang CP. Kondisi ini menyebabkan pengajuan proposal seringkali hanya sampai diatas meja tanpa tindak lanjut apapun.

Harapan untuk mewujudkan CP center telah dicanangkan. Tantangan-tantangan telah dipetakan. Selanjutnya yang harus dilakukan tentu saja dengan terus berusaha secara optimal. Pak Darwis mengusulkan agar pihak yayasan Rumah Cerebral Palsy memulai langkah dengan membuat perencanaan yang lebih definitif. Anggap saja bahwa dana yang dibutuhkan berapa pun telah tersedia. Jangan sampai CP Center yang didambakan hanya merupakan sebuah cita-cita yang absurd. Membuat sebuah tempat pelayanan bagi penyandang CP yang lengkap dan terintegrasi bisa jadi hanya sebuah keinginan yang normatif. Dengan membuat sebuah konsep yang lebih definitif diharapkan membuat kita menjadi benar-benar tahu apa yang ingin kita wujudkan. Semoga dengan membaca ulasan singkat ini dapat memancing ide-ide dari para pembaca yang peduli dengan penyandang CP. Sampaikanlah ide sesederhana apapun karena dengan menyatukan semangat dan usaha maka mewujudkan berdirinya sebuah Cerebral Palsy Center bukanlah hanya sebuah mimpi.[easy-media med=””]

Facebook Comments
Share Button

One thought on “Cerebral Palsy Center : Antara Harapan Dan Tantangan ( 2 )”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *