Cerebral Palsy Spastik Quadriplegik

Cerebral Palsy Spastik Quadriplegik

Pada beberapa buku CP Spastik Quadriplegik sering disebut Total Body Involvement (TBI) karena daerah yg terkena cukup luas dan bisa dibilang hampir seluruh tubuh. Pada anak dengan TBI yang paling menjadi kekhawatiran adalah ketidakmampuan untuk berkomunikasi, menyampaikan pikiran dan perasaan. Kondisi sering menyebabkan rasa frustasi pada anak dan orang tuanya. Hal ini merupakan tantangan bagi orang tua dan anak untuk menemukan bentuk komunikasi non verbal yg terbaik untuk bisa saling berhubungan, baik melalui bahasa tubuh maupun penggunaan alat2 bantu komunikasi lainnya.

Pada anak TBI sering diiringi dengan mental retardasi atau penurunan fungsi kognisi lainnya, kontrol kepala dan badan juga tidak berfungsi dengan baik sehingga sering membutuhkan kursi roda dengan pengikat untuk mempertahankan posisi tegak saat duduk.

Permasalahan tulang yang paling sering adalah sendi panggul bergeser atau lepas dan skoliosis (tulang punggung melengkung). Seperti sudah dibahas sebelumnya, pemantauan sendi panggul terutama pada anak dengan CP yang tidak bisa berjalan harus dimulai sangat dini, bahkan sejak usia 18 bulan, hal yg sama semestinya dilakukan untuk tulang punggungnya. Kemungkinan besar anak CP TBI akan membutuhkan operasi pada panggul dan/atau tulang punggungnya selama masa hidupnya bukan hanya untuk memperbaiki bentuk tp juga mencegah rasa nyeri yang bisa mengganggu kualitas hidupnya. Operasi sebaiknya dilakukan bila memang sudah diperlukan, menunda operasi hanya akan memperberat kondisi dan menimbulkan nyeri berkelanjutan. Menunda operasi dislokasi panggul akan menyebabkan degenerasi sendi yg akan menyebabkan nyeri berkelanjutan dan kecacatan.

Cerebral Palsy Spastik Quadriplegik

Dikatakan pada anak CP dengan TBI kemungkinan besar tidak akan bisa berjalan, sehingga fokus daripada latihan adalah untuk memaksimalkan penggunaan kursi roda.
Penggunaan kursi roda bisa dibagi menjadi :

  • bisa pindah secara mandiri,
  • memerlukan bantuan untuk pindah,
  • tergantung seluruhnya.

Penggunaan kursi roda bertenaga listrik bisa membantu sebagian kemandirian anak dengan CP TBI yg masih mempunyai fungsi tangan, namun harganya yg mahal masih jadi kendala.

Pada akhirnya tujuan penanganan anak dengan CP TBI adalah untuk memaksimalkan komunikasi (verbal dan non verbal), memfasilitasi kebersihan pribadi (personal higiens), memaksimalkan mobilitas dengan alat bantu, mencegah hal2 yg bisa memperberat disabilitas lainnya, dan mencapai hidup yg bahagia dan nyaman.

Sekian

Narasumber :

Nama : Dr. Patar Oppusunggu Sp.OT
Pekerjaan : Dokter Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi di RSUD Kab Tangerang Banten.
Pendidikan :
– FKUI-RSUPN Cipto Mangunkusumo
– Departemen Orthopaedi dan Traumatologi FKUI RSUPN Cipto Mangunkusumo
– Fellowship Pediatric Orthopedic, Mumbai. India

Facebook Comments
Share Button

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *