Dilema Menjemput Buah Hati Baru

Dilema Menjemput Buah Hati Baru

rcp_psr_mgg2


“Rencana mau punya anak lagi. Karena anak pertama CP dokter nyuruh tes darah lengkap semua sebelum program hamil. Ternyata positif toxo, cmv dan rubella. Harus terapi pengobatan dulu untuk membersihkan virus2 ini dkk nya selama 3 bulan. Semangat”

Tulisan di atas diambil dari grup Facebook Rumah Cerebral Palsy siang ini. Ditulis oleh Bunda Saidah Ahmad yang juga salah seorang anggota grup FB Rumah Cerebral Palsy. Orang tua yang memiliki Anak Cerebral Palsy (ACP) akan merasa seolah pusaran hidup hanya melingkupi bagaimana membesarkan ACP-nya agar bisa hidup secara mandiri. Berbagai usaha dilakukan sesuai dengan pengetahuan dan kemampuan masing-masing. Bolak-balik menemui dokter atau ahli pengobatan lainnya menjadi keseharian yang biasa dijalani. Mencari informasi dari berbagai sumber demi mencari tempat pengobatan dan metode pengobatan terbaik untuk sang anak tak henti dilakukan. Menjalani berbagai macam terapi merupakan jalan hidup yang seolah ditakdirkan untuk dijalani orang tua ACP. Berbagai macam komunitas orang tua Cerebral Palsy terbentuk demi mencari bermacam pengalaman dari orang tua ACP lainnya.

Menambah momongan setelah sebelumnya memiliki anak penyandang Cerebral Palsy sungguh suatu keputusan yang tidak mudah. Apalagi jika hal ini menimpa keluarga baru yang baru mempunyai satu anak. Dilema menyambut buah hati baru akan segera menghampiri segenap pikiran. Tidak demikian jika telah memiliki anak normal lainnya selain ACP, beban untuk menambah buah hati tidak sebesar jika ACP adalah anak satu-satunya.Menambah buah hati setelah memiliki ACP tentu membawa banyak konsekuensi. Bagaimanapun perhatian terhadap ACP akan terbagi. Pengalaman saya (admin) sendiri telah membuktikan. Sekuat apapun dahulu bertekad tak akan mengurangi perhatian terhadap ACP jika sang adik lahir hanyalah sebuah keinginan. Pada kenyataannya saya tak bisa mewujudkannya setelah sang adik benar-benar hadir di kehidupan saya.

Sebelum hal itu terjadi ada dilema lain yang tak kalah pelik untuk dipikirkan. Ada rasa ketakutan yang besar saat memutuskan untuk menyambut buah hati baru setelah memiliki ACP. Ketakutan terbesar yang akan menghantui pikiran adalah takut sang adik mengalami kondisi serupa dengan sang kakak ACP-nya. Hal ini membuat orang tua ACP berpikir seribu kali untuk segera menambah buah hati. Segala macam pemeriksaan sebelum kehamilan akan dijalankan. Pemeriksaan TORCH adalah salah satu pemeriksaan yang umumnya dilakukan. Dalam tahap ini juga seringkali menimbulkan dampak lain yang seringkali tidak terpikirkan. Masalah buah hati sering membuat perasaan saling menyalahkan antar suami-istri. Suami bisa saja menyalahkan istri atas kondisi yang menimpa anaknya dan juga istri bisa melakukan sebaliknya. Jika dalam hal ini masing-masing pihak tak mau membuka diri untuk melakukan pemeriksaan kesehatan maka rencana menambah buah hati akan semakin menemui jalan terjal. Seandainya pun segala pemeriksaan telah selesai dilakukan dengan memberikan hasil yang baik. Rasa khawatir akan tetap saja hadir dalam benak orang tua karena bagaimana pun kepastian akan masa depan itu adalah urusan Alloh SWT, Sang Maha Pencipta.

Sungguh pun demikian bukan berarti kita sebagai orang tua ACP tak boleh berharap untuk menambah buah hati lagi. Banyak contoh seperti saya sendiri yang mengalami dilema seperti cerita diatas. Namun kini buah hati yang diidamkan telah hadir dengan kondisi sehat seperti yang diharapkan. Perjuangan memiliki dan mengasuh ACP memang tak mudah namun harapan untuk menambah buah hati baru lebih besar daripada kekhawatiran akan menghadapi kondisi seperti sebelumnya. Untuk para orang tua ACP yang sedang berusaha menyambut buah hati baru semoga dimudahkan jalannya. Tetaplah berprasangka baik kepada Sang Maha Pencipta sambil tetap memberikan pengasuhan terbaik terhada ACP kita.

Facebook Comments
Share Button

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *