Foto Rontgen

rontgen 1

Salahsatu resiko yang kerap dialami oleh anak penyandang Cerebral Palsy adalah mengalami cedera. Penyebabnya bisa bermacam-macam baik karena dilakukan oleh orang lain maupun oleh dirinya sendiri tentunya dengan tidak sengaja. Hal inilah yang dialami oleh anak saya Gilang seminggu yang lalu. Seperti biasa setiap hari sabtu Gilang dijadwalkan untuk menjalani terapi di RSIA Hermina Bogor. Baru saja sepuluh menit berlalu sejak Gilang masuk ruangan terapi tiba-tiba terapisnya keluar menemui saya. Dia mengatakan bahwa bahu Gilang sebelah kanan tampak bengkak. Ini menyebabkan Gilang rewel saat diterapi. Diputuskanlah bahwa sesi terapi saat itu dihentikan untuk memeriksa kondisi bahu Gilang lebih lanjut.

Sebelumnya, dihari yang sama Gilang memang telah dijadwalkan untuk menemui Dokter Luh dalam rangka evaluasi semua program terapi yang telah dijalaninya selama ini. Setelah menunggu giliran tiba akhirnya Gilang diperiksa langsung oleh dokter Luh. Terapis pendamping menjelaskan keadaan bahu Gilang yang tampak bengkak. Gilang disarankan untuk difoto rontgen terlebih dahulu dan hasilnya langsung diserahkan ke dokter Luh. Melakukan foto rontgen kali ini adalah yang kedua untuk kasus serupa. Sebelumnya Gilang pernah difoto rontgen karena dokter Luh mengkhawatirkan keadaan posisi tulang panggul Gilang. Hasil foto rontgen langsung diserahkan ke dokter Luh, setelah mengamatinya dokter Luh berkesimpulan kondisi tulang bahu Gilang baik-baik saja. Hanya saja hasil yang sebenarnya tetap harus menunggu hasil pengamatan dokter radiologi. Bagaimana pun sebuah hasil foto rontgen haruslah dibaca oleh seorang dokter radiologi. Dokter Luh menginstrusikan agar bahu Gilang diterapi dengan terapi Ultra Sound sehari sekali selama enam hari berturut-turut.

*bersambung

Facebook Comments
Share Button

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *