Klasifikasi Gangguan Motorik pada Cerebral Palsy

Klasifikasi Gangguan Motorik pada Cerebral Palsy

Berbagai macam cara digunakan untuk mengklasifikasikan gangguan fungsi motorik kasar. Pada anak dengan CP, yg paling sering digunakan adalah GMFCS (Gross Motor Function Classification System). Pada GMFCS mendeskripsikan 5 tingkat fungsi motorik dengan fokus pada fungsi dan keterbatasan dari aktivitas duduk, berdiri dan berjalan.
Bila tidak ada gangguan, anak dengan GMFCS I dan II akan berjalan dengan mandiri, anak dengan GMFCS III biasanya membutuhkan tongkat, kruk atau ‘walker’, dan anak dengan GMFCS IV dan V biasanya membutuhkan kursi roda. Diagram dari GMFCS bisa dilihat dari gambar dibawah.
Menggunakan tingkat GMFCS dan tes fungsi motorik kasar berdasarkan GMFM (Gross Motor Function Measure), bisa kita pantau kurva perkembangan fungsi motorik. Kurva pertumbuhan ini berguna dalam memprediksi perkembangan motorik kasar berdasarkan tingkat GMFCS nya. Fungsi motorik yg dinilai dibagi dalam segmen berdasarkan sebaran umur : <2 tahun, 2-4 tahun, 4-6 tahun dan 6-12 tahun. Fungsi dari pengklasifikasian ini sesungguhnya untuk orang tua bersama dengan dokter dan tenaga kesehatan menetapkan target/goal bersama sejak awal sehingga tidak ada lagi waktu, tenaga dan uang dihabiskan untuk mengejar target yang tidak memungkinkan. Klasifikasi Gangguan Motorik pada Cerebral Palsy

Bax, 1995 mengatakan “Apabila kita tahu bahwa seorang anak tidak akan bisa berjalan, tidak akan bisa makan sendiri, tidak akan bisa berkomunikasi dengan cukup, kita harus tegas untuk tidak menganjurkan terapi2 yg bertujuan mencapai hal yg mustahil untuk dicapai”.
Penelitian sudah membuktikan bahwa perkiraan perkembangan fungsi motorik dapat dilakukan berdasarkan peneltian yg ada dan pengetahuan akan perkembangan alami CP. Misalnya, kita sudah mengetahui bahwa perkiraan mengenai kemampuan berjalan mandiri, sekolah normal, integrasi sosial biasanya cukup bagus pada kasus spastik diplegik (bisa berjalan mandiri pada umur 3-4 tahun) atau spastik hemiplegik (biasanya berjalan mandiri pada 18-21 bulan) bila tidak diikuti dengan retardasi mental. Penelitian oleh Crothers dan Paine (1959) menunjukkan bila anak tidak bisa berjalan sampai usia 7 tahun maka kemungkinan besar anak tersebut tidak akan bisa berjalan secara mandiri.
Dengan menyadari semua yg sudah dibahas diatas, pengklasifikasian anak dengan CP bertujuan untuk membantu menyusun manajemen tatalaksana anak berdasarkan target yg realistis dan disusun bersama orang tua dengan dokter dan tenaga kesehatan.
Selesai.

Narasumber :

Nama : Dr. Patar Oppusunggu Sp.OT
Pekerjaan : Dokter Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi di RSUD Kab Tangerang Banten.
Pendidikan :
– FKUI-RSUPN Cipto Mangunkusumo
– Departemen Orthopaedi dan Traumatologi FKUI RSUPN Cipto Mangunkusumo
– Fellowship Pediatric Orthopedic, Mumbai. India

Facebook Comments
Share Button

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *