Pelatihan Orang Tua ABK

KDB-1

Pada hari terakhir di bulan januari ini saya berkesempatan mengikuti kegiatan yang diadakan oleh Paguyuban Keluarga Disabilitas Bojongsari. Kegiatan ini dimaksudkan untuk memberi pelatihan kepada para orang tua dari anak berkebutuhan khusus (ABK). Pelatihan dilaksanakan di “markas” paguyuban yang terletak di wilayah Kelurahan Curug Kecamatan Bojongsari, Depok. Pihak paguyuban juga bekerjasama dengan mahasiswa SPS IKM UHAMKA (Sekolah Pasca Sarjana Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Prof. DR HAMKA). Inisiator kegiatan ini adalah Pak Akib (Ahmad Syakib) yang sedang menyelesaikan pendidikan pasca sarjana sekaligus pimpinan dari Keanna Center, tak lupa pula Ibu Dewi Sakti Utami sebagai ketua paguyuban. Peserta pelatihan adalah orang tua ABK yang memang rutin melaksanakan terapi di tempat tersebut. Mereka datang dari wilayah Depok dan Bogor. Peserta memiliki ABK dengan beragam kondisi diantaranya Down Syndrome (DS), gangguan wicara dan sebagian besar penyandang Cerebral Palsy.

kdb-3
kdb-4

Acara dimulai dengan perkenalan dari pihak kampus serta pemaparan materi oleh Pak Akib dan drg Retno. Dalam pemaparan oleh Pak Akib dijelaskan tentang pentingnya peran orang tua dalam memberikan terapi stimulasi bagi ABK. Sedangkan drg Retno menjelaskan bagaimana menjaga kesehatan gigi dan mulut ABK. Sesi tanya-jawab diikuti oleh peserta dengan antusias apalagi dengan adanya hadiah bagi mereka yang menjawab pertanyaan dengan benar. Pada kesempatan ini pula diberikan bantuan berupa alat-alat pendukung terapi dari pihak kampus kepada paguyuban.

kdb-6

Selepas sesi pemberian materi dan pembagian hadiah, acara dilanjutkan dengan sesi terapi. Peserta dibagi menjadi tiga kelompok yaitu terapi wicara, terapi okupasi dan fisioterapi. Dalam sesi ini Pak Akib dibantu oleh beberapa orang terapis yang sengaja diboyong untuk mengikuti acara ini. Pengelompokkan ini didasarkan pada persamaan kondisi anak. Dengan demikian saat seorang peserta mengikuti terapi sekaligus pelatihan kepada orang tua maka peserta lain dalam kelompok itu bisa turut menyimak penjelasan dari terapis.

kdb-5

Selain terapi dan pelatihan peserta juga mendapatkan satu buku laporan yang digunakan sebagai catatan bagi terapis. Buku laporan ini juga berguna dalam memantau perkembangan yang dicapai oleh seorang ABK. Uraian tugas yang harus dilakukan oleh orang tua ABK biasanya dituliskan dalam buku laporan seperti ini.

Kegiatan sosial yang dilakukan mahasiswa dari kampus SPS IKM UHAMKA ini direncanakan menjadi program berkelanjutan. Pelatihan ini hanya sebagai titik awal untuk memulai program selanjutnya. Paguyuban akan mendapatkan bantuan terapis yang direncanakan berasal dari kampus Stikes, oleh terapis yang berkompeten dibidangnya. Penanganan ABk memang seharusnya mendapatkan perhatian yang bersifat khusus dari pemerintah. Namun disaat kita tidak mendapatkannya maka kegiatan nyata akan lebih bermanfaat dibandingkan hanya menggerutu dan menuntut perhatian dari pemerintah.

Terima kasih Bu Demi yang telah memberi kesempatan kepada saya untuk mengikuti kegiatan yang memberi banyak inspirasi ini

Facebook Comments
Share Button

One thought on “Pelatihan Orang Tua ABK”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *