Pengawasan Sendi Panggul pada Cerebral Palsy

Pengawasan Sendi Panggul pada Cerebral Palsy

Anak dengan CP mempunyai sendi panggul yg normal saat lahir. Namun seiring dengan gangguan motoriknya, kelainan pada sendi panggul akan timbul berupa subluksasi sampai dislokasi. Sebagian besar kelainan ini akan muncul pada usia 2-8 tahun, namun pada beberapa kejadian dapat muncul pada anak dengan usia lebih muda atau lebih tua dari rentang umur tersebut. Oleh sebab itu penting sekali dilakukan pengawasan ketat sendi panggul pada anak dengan CP. Panduan di negara Australia bahkan menyatakan bahwa semua anak yg telah terdiagnosis CP harus segera dikonsul untuk dilakukan pengawasan sendi panggul, berapapun umurnya.
Pada anak yang tidak aktif bergerak (non ambulatory) masuk dalam kategori resiko tinggi, biasanya pada GMFCS IV dan V, perlu dilakukan pemeriksaan fisik dan rontgen panggul sejak usia 18 bulan dan diulang tiap 6-12 bulan sampai mencapai usia 8 tahun. Setelah 8 tahun apabila tidak bermasalah, maka kontrol bisa dilakukan tiap 1-2 tahun. Pada anak yg aktif bergerak (ambulatory), biasanya GMFCS I, II dan III, pemeriksaan fisik dan rontgen panggul dilakukan pada usia 2 tahun dan boleh diulang tiap 1 tahun selama didapatkan ruang gerak sendi panggul yg baik (adduksi minimal 30 derajat).

Pengawasan Sendi Panggul pada Cerebral Palsy

Pada pemeriksaan fisik akan diperiksa apakah ada nyeri dan juga ruang gerak sendi. Nyeri dan ruang gerak sendi yg berkurang/terbatas bisa merupakan indikator awal adanya subluksasi atau dislokasi sendi panggul. Dari rontgen akan didapatkan kondisi sendi panggul, dan dihitung persentase indeks migrasi dari bonggol tulang paha (Migration Index) yaitu persentase bagian bonggol tulang paha yg berada diluar mangkok. Indeks migrasi 30% menjadi indikasi diperlukannya tindakan untuk mencegah keluarnya bonggol tulang paha lebih lanjut. Pilihan awal yg bisa dilakukan pada kasus subluksasi bila didapatkan secara dini berupa tindakan pemanjangan tendon atau otot paha bagian dalam (adduktor). Operasi ini tidak menggunakan sayatan yg besar dan bisa diikuti dengan pemasangan gips paska operasi.
Rekonstruksi sendi panggul dilakukan pada anak yg lebih tua (biasanya diatas 8 tahun) dimana terjadi subluksasi walaupun sudah pernah dilakukan operasi pemanjangan tendon/otot sebelumnya, atau kasus dislokasi tanpa adanya kerusakan sendi. Rekonstruksi dilakukan pada mangkok sendi dan bonggol tulang paha, terkadang perlu juga dilakukan sedikit pemendekan tulang paha dan pemanjangan otot2 sekitarnya untuk mencegah tekanan berlebihan pada mangkok sendi.
Operasi paliatif dilakukan pada anak yg mengalami dislokasi sendi panggul dan kerusakan sendi yg luas sehingga tidak mungkin lg direkonstruksi. Anak dianjurkan untuk mengurangi gerakan dan aktivits yg menimbulkan nyeri. Pada beberapa anak, nyeri bisa dicegah dengan pembatasan aktivitas dan tidak diperlukan tindakan lainnya. Namun pada sebagian besar anak, dislokasi sendi panggul menimbulkan nyeri yg hebat dan makin memberat bahkan dalam melakukan aktivitas BAB, BAK, mandi, memakai pakaian dan berpindah tempat. Pada kasus ini operasi merupakan pilihan terbaik untuk anak.
Selesai.

Narasumber :

Nama : Dr. Patar Oppusunggu Sp.OT
Pekerjaan : Dokter Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi di RSUD Kab Tangerang Banten.
Pendidikan :
– FKUI-RSUPN Cipto Mangunkusumo
– Departemen Orthopaedi dan Traumatologi FKUI RSUPN Cipto Mangunkusumo
– Fellowship Pediatric Orthopedic, Mumbai. India

Facebook Comments
Share Button

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *