PERANAN BEDAH SARAF PADA KASUS CEREBRAL PALSY

Narasumber : Made Agus Mahendra Inggas
Dibacakan pada seminar Jakarta Peduli Cerebral Palsy yang diselenggarakan pada tanggal 08 Februari 2014.

PERANAN BEDAH SARAF PADA KASUS CEREBRAL PALSY

CEREBRAL PALSY

Defínísi:
– Keiainan ‘Motor’ dan Postur
– Karena kerusakan otak
– Pada otak ‘immature’
– Not Curable
– “Non-progressive”
– Terapi optimal dapat meníngkatkan kondisi fungsíonal

Penyebab
Banyak faktor -> faktor yang tidak díketahui
Penyebab terutama
Prenatal: (Genetik, Malformasi kongenital, Metabolìk, Infeksi intrauterìn)
Perinatal atau postnatal (Asfiksia, Perdarahan, lnfark, Infeksì, Trauma)

Cerebral Palsy
Ada 2 tipe utama berdasarkan lokasi kelainan:
Pyramidai (Spastìc): Kortex motorik, Kapsula interna, Traktus cortìcospìnal -> kontraksi otot (spastìsìtas)
Extrapyramidal: Basal ganglia, Thalamus,
Subthalamus, Cerebellum koordinasi gerak otot (atetosis, korea, ataksia)

Tipe Spastic

– Paling umum
– 75% anak dengan CP

Spastìsìtas:
– Velocity-dependent increased tone
– Sindroma UMN
– Reflek regang otot menìngkat
– Refleks Babinski
– Gangguan koordinasi

Cerebral palsy
Apakah CP ‘ kelainan ‘non-progressive’ ?
It is static, but it symptoms may worsen with maturation -> Spastícíty

Spastisìtas
Terapí spastìsitas bukan memperbaìki penyebab CP namun mengurangi kerusakan/kecatatan akibat tonus yang meningkat.

Berlanjut dapat berakibat:
– Kelainan musculoskeletal: Scoliosis, Disiokasì sendi panggul, Kontraktur
Nyeri
-Gangguan Hygiene (ìnfeksi)

Intervensi Bedah Saraf pada Spastisitas

l. Selective Dorsal Rhízotomy (SDR)
II. Intrathecal Bociofen (ITB) Pump
III. Botox injection
IV. Stereotactic ablation of selected thalamic nuclei
V. Chronic ES of the Cerebelium or Posterior Columns

Cerebral palsy
Apakah CP -> kelainan ‘non-progressive’ ?
It is static, but further neuronal damage is likely to aggravate the existing conical damage
Epilepsy and lnterictul epileptiform discharges (IED)

Epilepsy

– 30-50% anak dengan CP.
– EEG perlu dilakukan pada semua pasien CP karena sering terjadi epilepsy, IED dan gangguan kognisi walaupun klinìs kejang tidak dìtemukan.
– Terapi epilepsy/FED dapat meningkatkan prognosis dan kualìtas hidup anak CP.
– Epileptiform discharge peningkatan Ca2+ intra sel dan pelepasan glutamate -> kematian neuron korteks.
– Kerusakan neuron ini akan menambah kerusakan otak yang telah ada dan memperberat gejala CP, epilepsy, resistensi obat kejang, gangguan kognisi dan gangguan neuro-psikologi.
– Progresifitas kelainan CP pada kondisi ini tidak dapat dikatakan statîs.
– Tatalaksana; Medical treatment, Surgical treatment ( Grid mapping und resection of seizure foci).

Kesìmpulan
CP adalah keiainan akibat kerusakan otak ‘non progressive’, dalam arti kecacatan permanen pada otak yang sedang berkembang.
Gejala dan atau kerusakan lain akibat kecatatan otak ini sering berubah setiap waktu; bìsa membaik atau memburuk
CP adalah penyebab utama disabilitas kronìs pada anak-anak, mungkin tidak bisa disembuhkan tapi dapat di perbaikì kearah normal/fungsional dengan penanganan yang optimal dan komprehensif.

Facebook Comments
Share Button

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *