Pertemuan Rutin Rumah Cerebral Palsy

This slideshow requires JavaScript.

Pertemuan Rutin Rumah Cerebral Palsy

Pertemuan rutin bulan januari keluarga besar Rumah Cerebral Palsy telah dilaksanakan pada tanggal 25 januari 2015. Tempat pertemuan berlangsung di salahsatu rumah pengurus RCP yaitu Ibu Yanti Noorhayati Karim. Beralamat di kawasan Pasar Minggu Jakarta Selatan. Cuaca cerah di minggu pagi itu seolah turut mendukung berlangsungnya acara pertemuan rutin Rumah Cerebral Palsy kali ini. Seperti tujuan yang selalu disebutkan dalam setiap kegiatan pertemuan yaitu untuk mempererat silaturahim, berbagi wawasan, saling menguatkan diantara seluruh peserta. Kali ini pertemuan RCP juga mengundang seorang pembicara yang sangat berkompeten dalam masalah parenting atau pengasuhan dalam keluarga. Beliau seorang dosen di Universitas Indonesia dan juga merupakan kakak kandung dari salah seorang pengurus Rumah Cerebral Palsy. DR.Sitaresmi S Soekanto M.Psi T yang menjadi pembicara memaparkan materi berjudul ” Anak Adalah Anugerah”.

Kali ini saya sebagai admin tak akan langsung membahas materi yang diberikan oleh Bu Sita. Di postingan ini saya hanya akan menampilkan tulisan salah seorang peserta pertemuan yang juga menjadi pengurus di Rumah Cerebral Palsy yaitu Bu Noi Ambar. Tulisan diambil dari facebook-nya Bu Noi Ambar.

“Ada yang berkesan dari pertemuan rutin Keluarga Besar Rumah Cerebral Palsy Minggu, 25 Januari 2015 kemarin. ketika pembicara mbak Sitaresmi akan memulai acara, tiba2 Beliiau terdiam sejenak, suaranya seperti tercekat di kerongkongan. Rupanya beliau terkesima melihat para orangtua dan anak2 istimewa yang hadir di acara tersebut. Beliau adalah dosen Psikologi yang biasa memberikan kuliah pada para mahasiswa, walau ia sering juga memberi ceramah pada ibu2 dan remaja putri pada umumnya. Kalimat yang berkesan darinya adalah..” Wah pembicaraan saya kali ini terasa sangat berat, bagaimana tidak semestinya saya yang harusnya belajar pada ibu-ibu sekalian tentang ilmu sabar dan ikhlas. Dua hal yang mudah diucapkan tapi sangat sulit dilakukan,”..Ya, bagaimana tidak merasa terharu bila melihat Ibu-ibu yang bersemangat , jauh-jauh datang dengan segala keterbatasannya dengan membawa anak2 tersayang yang kondisi fisiknya sebenarnya tidak nyaman untuk melakukan perjalanan jauh. Ada yang naik motor tapi ada juga yang naik kendaraan umum. Tempat tinggalnya pun cukup jauh dari pasar Minggu, ada yang dari Tanggerang, Cileduk, Bekasi bahkan ada dari Bogor. Namun itu tidak menghalangi mereka untuk hadir pada pertemuan kemarin sekedar untuk belajar, berbagi ilmu dan pengalaman juga yang terpenting untuk bersilaturahim dan saling menguatkan. Belum lagi terbayang, hari-hari yang dilalui dalam membimbing putra/putri istimewa ini sangatlah tidak mudah.

Anak adalah amanah, anak adalah anugerah apapun kondisinya. Allah tidak pernah menciptakan produk yang gagal, begitu juga dengan kondisi anak-anak kita tentu ada hikmah dan tujuan disetiap ketentuan-Nya. Ikhlas, Syukur dan Sabar adalah tiga kunci penting dalam menghadapi ujian ini. Ujian bukan hanya dihadapi oleh orangtua dengan anak-anak berkebutuhan khusus. Orangtua yang memiliki anak normal pun tentu memiliki ujuannya tersendiri. Berkhusnudzon (berprasangka baik) terhadap semua takdirNya harus selalu kita jaga. Sekilas orang akan melihat kita punya masalah besar dan berat. Seungguhnya Allah memberikan kemudahan pada kita untuk fokus menjalankan tugas mulia sebagai ibu dari anak-anak istimnewa ini. Besarnya perhatian dan fikiran yang kita berikan untuk anak2 membuat kita menjadi tidak punya waktu luang untuk memikirkan hal-hal yang tidak berguna karena tenaga dan pikiran kita tersita untuk anak2 dan keluarga tersayang.Semoga hal inilah yang akan membawa kita ke tempat yang lebih mulia dunia dan akhirat dengan ke-Ridhoan- Nya, Aamiin.

Namun perlu diingat kita juga harus memperhatikan keseimbangan /keselarasan dalam hidup kita. Bersosialisasi , menuntut ilmu /terus belajar bukan hanya ilmu duniawi tapi khususnya ilmu2 yang semakin mendekatkan kita dalam mengenal dan mencintai Allah SWT. Sesekali tidak ada salahnya kita refershing untuk merileksasi tubuh dan pikiran kita agar kita bisa menjalankan tugas kita dengan nikmat dan penuh rasa syukur. Ibu adalah energi utama dalam sebuah keluarga, jadi sangat diperlukan pengertian dan kerjasama yang baik dari seluruh anggota keluarga khususnya suami dan anak-anak yang lainnya agar sang Ibu tetap ceria dan bahagia. Support / dukungan dari keluarga besar pun seperti kakek, nenek, om , budhe , tante juga sangat diperlukan agar anak-anak istimewa kita dapat tumbuh dan berkembang dalam suasana yang hangat, nyaman dan penuh kasih sayang.
Ada yang berkesan dari pertemuan rutin Keluarga Besar Rumah Cerebral Palsy Minggu, 25 Januari 2015 kemarin. ketika pembicara mbak Sitaresmi akan memulai acara, tiba2 Beliiau terdiam sejenak, suaranya seperti tercekat di kerongkongan. Rupanya beliau terkesima melihat para orangtua dan anak2 istimewa yang hadir di acara tersebut. Beliau adalah dosen Psikologi yang biasa memberikan kuliah pada para mahasiswa, walau ia sering juga memberi ceramah pada ibu2 dan remaja putri pada umumnya. Kalimat yang berkesan darinya adalah..” Wah pembicaraan saya kali ini terasa sangat berat, bagaimana tidak semestinya saya yang harusnya belajar pada ibu-ibu sekalian tentang ilmu sabar dan ikhlas. Dua hal yang mudah diucapkan tapi sangat sulit dilakukan,”..Ya, bagaimana tidak merasa terharu bila melihat Ibu-ibu yang bersemangat , jauh-jauh datang dengan segala keterbatasannya dengan membawa anak2 tersayang yang kondisi fisiknya sebenarnya tidak nyaman untuk melakukan perjalanan jauh. Ada yang naik motor tapi ada juga yang naik kendaraan umum. Tempat tinggalnya pun cukup jauh dari pasar Minggu, ada yang dari Tanggerang, Cileduk, Bekasi bahkan ada dari Bogor. Namun itu tidak menghalangi mereka untuk hadir pada pertemuan kemarin sekedar untuk belajar, berbagi ilmu dan pengalaman juga yang terpenting untuk bersilaturahim dan saling menguatkan. Belum lagi terbayang, hari-hari yang dilalui dalam membimbing putra/putri istimewa ini sangatlah tidak mudah. Anak adalah amanah, anak adalah anugerah apapun kondisinya. Allah tidak pernah menciptakan produk yang gagal, begitu juga dengan kondisi anak-anak kita tentu ada hikmah dan tujuan disetiap ketentuan-Nya. Ikhlas, Syukur dan Sabar adalah tiga kunci penting dalam menghadapi ujian ini. Ujian bukan hanya dihadapi oleh orangtua dengan anak-anak berkebutuhan khusus. Orangtua yang memiliki anak normal pun tentu memiliki ujuannya tersendiri. Berkhusnudzon (berprasangka baik) terhadap semua takdirNya harus selalu kita jaga. Sekilas orang akan melihat kita punya masalah besar dan berat. Seungguhnya Allah memberikan kemudahan pada kita untuk fokus menjalankan tugas mulia sebagai ibu dari anak-anak istimnewa ini. Besarnya perhatian dan fikiran yang kita berikan untuk anak2 membuat kita menjadi tidak punya waktu luang untuk memikirkan hal-hal yang tidak berguna karena tenaga dan pikiran kita tersita untuk anak2 dan keluarga tersayang.Semoga hal inilah yang akan membawa kita ke tempat yang lebih mulia dunia dan akhirat dengan ke-Ridhoan- Nya, Aamiin. Namun perlu diingat kita juga harus memperhatikan keseimbangan /keselarasan dalam hidup kita. Bersosialisasi , menuntut ilmu /terus belajar bukan hanya ilmu duniawi tapi khususnya ilmu2 yang semakin mendekatkan kita dalam mengenal dan mencintai Allah SWT. Sesekali tidak ada salahnya kita refershing untuk merileksasi tubuh dan pikiran kita agar kita bisa menjalankan tugas kita dengan nikmat dan penuh rasa syukur. Ibu adalah energi utama dalam sebuah keluarga, jadi sangat diperlukan pengertian dan kerjasama yang baik dari seluruh anggota keluarga khususnya suami dan anak-anak yang lainnya agar sang Ibu tetap ceria dan bahagia. Support / dukungan dari keluarga besar pun seperti kakek, nenek, om , budhe , tante juga sangat diperlukan agar anak-anak istimewa kita dapat tumbuh dan berkembang dalam suasana yang hangat, nyaman dan penuh kasih sayang.”

Facebook Comments
Share Button

2 thoughts on “Pertemuan Rutin Rumah Cerebral Palsy”

  1. Saya memiliki anak laki-laki celebral palsy, saat ini berumur 7 tahun dan bersekolah di sekolah khusus, mohon alamat web, atau alamat rumah cp untuk saya dapat sharing lebih lanjut rentang proses kembang tumbuh anak cp, trims

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *