Rafael : Antara Aborsi dan Cerebral Palsy

Rafael : Antara Aborsi dan Cerebral Plasy
Sebuah judul yang saya (admin) berikan untuk sebuah tulisan yang diterima melalui email dari orang tua Rafael sendiri. Berbagi kisah janganlah dianggap sebagai arena mengeluh karena dengan membuka kisah maka akan memberi pelajaran yang sangat berharga bagi orang lain diluar sana. Berikut kisah kelahiran Rafael sesuai tulisan aslinya setelah melali proses edit yang tidak merubah isi tulisan.

Keajaiban doa…..
Kami dipilih dan terpilih menjadi orang tua dari anak cerebral palsy

Syukur pada TUHAN sekarang anak kami Rafael Buala Larosa sudah berusia 1 tahun 5 bulan.TUHAN sangat ajaib dia melakukan hal yang di luar batas kemampuan manusia.

Saya teringat kebaikan TUHAN dimana awal awal kehamilam istriku pada tahun 2012 berbagai macam vonis dokter terhadap anak kami Rafael….
Bahkan pada usia kandungan istriku 5 bulan kami di hadapkan pada dua pilihan apakah janin ini di keluarkan(aborsi)atau di teruskan,karena semua pemeriksaan medis menunjukan janin yang sedang di dalam rahim istriku terinfeksi antara rubella atau tokso dan pada saat itu beberapa dokter ahli mengatakan kalaupun ini janin di pertahankan belum tentu kuat sampai usia janin 9 bulan,dan kalau pun ada harapan hidup nanti anak ini akan mengalami kegagalan pertumbuhan,bisa buta,bisa lumpuh dan lainnya.

Waktu itu rasanya bagaikan bumi berhenti berputar, semua menjadi kosong. Kebahagian yang kami rasakan atas kehamilan istri dan kehadiran anak kedua dalam keluarga kami seakan berhenti sampai di situ. Padahal kehamilan ini sudah lama kami nantikan sejak anak kami yang pertama lahir 6 tahun yang lalu. Dan akhirnya istri saya pun hamil, doa kami di dengar oleh TUHAN. Tapi semua berubah setelah dokter melakukan pemeriksaan usg 4 dimensi dan kami sendiripun ikut menyaksikan janin dlm kandungan istriku lewat layar monitor. Beberapa anggota tubuh yang belum terbentuk-menurut dokter ini efek dari infeksi janinnya. Pilihan yang tidak pernah kami harapkan antara aborsi atau di teruskan dgn penuh resiko dan kwalitas janin yang sangat tidak sempurna. Saya berontak pada TUHAN, “TUHAN tidak adil,saya salah apa kenapa anak yang kami tunggu 6 tahun TUHAN buat seperti ini”. Saya dan istri pun stres berat,memikirkan hal ini,kerja malas,dan sebagainya.

Akhirnya saya dan istri sadar dan bersyukur pada TUHAN. Selama ini kami memohon agar di kasih satu anak lagi. Terlebih anak laki2, dan TUHAN dengarkan doa kami. Istriku di kasih kehamilan dan sudah memasuki usia kehamilan 6 bulan. Saya dan istri memutuskan dgn iman bahwa TUHAN lah yang memberi kehamilan ini dan TUHAN jugalah yang akan menyempurnakan janin dalam kandungan istriku. Dan seandainya pun TUHAN kasih kami anak yang tidak sempurna,inilah pemberian Nya yang harus kami syukuri, kami terima dan kami rawat. Akhirnya kami menghadap dokter kandungan langganan kami dan mengatakan kami memutuskan untuk mempertahankan janin ini apapun yang terjadi dan apapun bentuknya kami siap. Dokter pun mengatakan “baik kalau itu sudah menjadi keputusan bapak dan ibu,saya akan berupaya sebaik mungkin agar janin ini bisa kuat dan bisa lahir”. Dari usia kandungan 6 sampai 9 bulan kami melewati masa masa secara manusia masa yang tidak sangat mengenakan. Tapi kami punya keyakinan bahwa TUHAN tidak akan pernah tinggalkan kami, Dia akan selalu memberi kekuatan pada kami.

Tibalah saatnya istri saya melahirkan. Doa kami di dengarkan oleh TUHAN,anak kami lahir dengan cara normal dan dengan postural yang cukup baik. Apa yang pernah kami lihat pada saat usg 4 dimensi adanya bentuk wajah dan dagu yang tidak sempurna. Tapi TUHAN telah sempurnakan, Rafael lahir dengan anggota tubuh lengkap. Lahir dengan BB 2.5 kg dan LK 29 cm. Dokter spesialis anak mengatakan kelainan mikrosefali setelah melewati beberapa tahap pemeriksaan. Dan sejak lahir Rafael suka kagetan dan kaku,bahkan tidak mau dibedong. Setelah 1 minggu Rafael dapat gelar baru EPILEPSI dan satu minggu kemudian dapat gelar lagi CEREBRAL PALSY. Kami yang di pilih TUHAN dan kami juga yang memilih menjadi orang tua cerebral palsy. Kami melewati hari hari dengan penuh suka cita karena kami menjadi orang tua pilihan. Berbagai upaya kami lakukan demi untuk kemandirian rafael, terapi obat, terapi motorik.TUHAN sangat ajaib dalam kehidupan keluarga kami. Kami bersyukur kami mampu di kuatkan TUHAN melewati semua pergumulan ini. Dan lewat pergumulan ini juga iman kami semakin dikuatkan. Pengharapan kami semakin di kuatkan,semua jalan yang tertutup TUHAN buka secara pelan dan pasti sehingga kami mampu melewati hari hari tersulit dalam upaya kami mencari yang tebaik untuk kesehatan rafael
Amin

Facebook Comments
Share Button

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *