RCP Berkunjung Ke Rumah Nur

RCP Berkunjung Ke Rumah Nur

Beberapa minggu yang lalu saya (admin) mendapat kiriman foto dari sebuah akun facebook. Foto tersebut menampilkan seorang nenek yang sedang menggendong seorang gadis kecil yang secara sekilas bisa saya simpulkan sebagai penyandang cerebral palsy. Nenek Hapsiah, demikian orang mengenalnya adalah seorang nenek yang mengasuh seorang anak Cerebral Palsy berusia 19 tahun. Di usianya yang sudah 74 tahun masih dengan setia mengantar sang cucu yang biasa dipanggil Nur untuk menjalani terapi di RSCM. Nenek Hapsiah sendiri tinggal di kota Bogor dan harus menempuh perjalanan Bogor-Jakarta dua kali dalam seminggu.

Tak lama berselang saya dihubungi oleh pengurus yayasan Rumah Cerebral Palsy ( RCP ) untuk mencoba mencari tahu alamat nenek Hapsiah di Bogor. Sebagai sebuah komunitas yang berkecimpung dalam menangani Cerebral Palsy tentunya RCP ingin berusaha mengulurkan tangan sebisa mungkin andaikan dibutuhkan. Setelah menghubungi berbagai pihak akhirnya RCP bisa bertemu langsung dengan Nur dengan bantuan salah satu komunitas pendukung anak berkebutuhan khusus di kota Bogor. Adalah Ibu Ade Racha yang bersedia membantu RCP untuk bertemu dengan nenek Hapsiah. Ibu Ade Racha sendiri adalah seseorang yang aktif dalam sebuah komunitas yang peduli terhadap anak-anak berkebutuhan khusus. Cukup lama beliau telah menjalin hubungan dengan keluarga Nur. Dari beliau pula diketahui bahwa nenek Hapsiah bukanlah tipikal orang yang mengharap belas kasihan orang. Hal ini mungkin disebabkan oleh pengalaman sang nenek yang beberapa kali merasa “dimanfaatkan” oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Ada beberapa oknum yang sengaja “menjual” kondisi Nur untuk kepentingan yang tidak jelas, entah itu popularitas, komoditas politik atau banyak alasan lainnya.
nur-cp1

Sebenarnya RCP telah memikirkan beberapa rencana untuk membantu Nur dengan kondisinya. Baik dalam hal penyediaan alat bantu terapi juga dalam hal bantuan fasilitas terapi lainnya. Salah satunya adalah memberi bantuan agar Nur bisa menjalani terapi di Bogor dan tidak harus jauh-jauh ke Jakarta. Namun setelah melakukan diskusi dengan Ibu Ade Racha diketahui bahwa tak mudah untuk memindahkan begitu saja tempat terapi Nur. Ada banyak alasan non teknis yang tak bisa diabaikan. Akhirnya diputuskan agar RCP berkunjung ke rumah Nur untuk melihat langsung kondisi Nur dan mencoba menentukan bantuan seperti apa yang benar-benar dibutuhkan oleh Nur.

Nur dan nenek Hapsiah tinggal disebuah kontrakan sederhana dengan luas yang tidak seberapa. Selain suaminya dan Nur, disana juga tinggal anaknya yang lain beserta menantu dan cucunya. Ayahnya Nur telah lama meninggal dunia sedangkan ibunya sendiri meninggalkan Nur tanpa alasan pasti. Saya yang mewakili RCP berkunjung ke rumah Nur kurang beruntung karena tidak berkesempatan bertemu dengan nenek Hapsiah. Saya hanya bisa menemui anaknya nenek Hapsiah yang biasa menjaga Nur selain nenek Hapsiah. Namun demikian saya mendapat cerita inspiratif tentang bagaimana perjuangan nenek Hapsiah dalam mengasuh Nur. Selain itu saya juga mendapati ada beberapa alat terapi yang bisa diberikan oleh RCP untuk membantu Nur dalam melakukan terapi di rumah. Dalam kesempatan itu pula saya menyampaikan sedikit oleh-oleh dari RCP untuk keluarga Nur yang bisa dimanfaatkan menjelang hari raya Iedul Fitri kali ini.

nur-cp2

* O iya … ternyata saat hari raya Iedul Fitri kemarin Nur dan nenek Hapsiah mendapat undangan dari salah satu stasiun televisi untuk mengisi sebuah acara. Dan dalam acara itu pula mereka mendapatkan hadiah dari acara tersebut. Turut bergembira untuk Nur dan nenek Hapsiah.

    Facebook Comments
    Share Button

    2 thoughts on “RCP Berkunjung Ke Rumah Nur”

    1. Kami juga memiliki anak cp.CP Hypotonus anak kami umur 2th 3 bulan. Saat ini menjalani physioterapi dan masih minum obat untuk menghilangkan kejangnya. Dia juga dideteksi memiliki penyakit mioklonik epileptic. Kami sedang mencari kursi yg cocok untuknya. Apakah bisa bantu mencarikan info di mana kami bs mendptkannya? Kira2 bentuknya seperti apa ya? Pada saat dia umur 1-2 kami memakai kursi donat yg dipompa spt balon. Kami tinggal di kudus jawa tengah

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *