Saat Tersulit

Saat Tersulit

saat-tersulit

Mengarungi hidup bersama anak penyandang Cerebral Palsy memang serasa tak pernah lepas dari kesulitan. Kesulitan yang menuntut perjuangan dan kesabaran hingga batas tak berakhir. Sebagian orang tua harus bergelut dengan kondisi anak cerebral palsy (ACP) yang mudah terserang kejang. Kejang memang salah satu kondisi yang mengkhawatirkan bagi ACP. Sebagian orang tua lainnya harus berlomba dengan ACP yang sulit buang air besar. Sebagian lainnya kesulitan memberi makanan untuk ACP mereka yang hanya bisa memasukkan makanan melalui selang (GTT). Banyak kesulitan lain yang dengan kondisi yang berbeda bagi tiap ACP. Diantara banyak kesulitan tersebut seringkali kita menghadapi keadaan yang terasa jauh lebih sulit dari kondisi2 yang disebutkan diatas. Dan hal ini terkadang menjadi saat tersulit bagi orang tua dalam mengarungi hidup bersama ACP.

Saat tersulit yang pernah saya alami adalah ketika anak saya Gilang) berumur empat bulan. Saat ketika Gilang pertama kali di diagnosa menyandang Cerebral Palsy. Menurut dokter ada beberapa kemungkinan penyebab Gilang mengalami Cerebral palsy. Dokter menyatakan salah satu kemungkinan penyebab otak Gilang berukuran lebih kecil dari normal ( mikrosefali ) adalah karena pertumbuhan volume otak yang tertahan tempurung otaknya. Tindakan yang disarankan ketika itu adalah melakukan operasi otak (kranial). Operasi ini bertujuan untuk membuka tempurung otak dengan harapan otak bisa tumbuh lebih optimal.

Mendapat saran dokter seperti ini sungguh membuat saya sulit untuk mengambil keputusan. Sepengetahuan saya operasi otak adalah salah satu tindakan medis yang punya resiko tinggi. Kesalahan sedikit saja dalam melakukannya bisa menyebabkan gangguan yang cukup fatal bagi pasien. Hal ini bisa dimaklumi karena otak adalah tempat berkumpulnya semua syaraf yang mengendalikan semua fungsi tubuh.

Pada saat tersulit ini saya hanya bisa mencari opini lain ( second opinion ) melalui dokter lainnya. Dan benar saja ketika meminta pendapat dari dokter lain saya mendapat saran yang berbeda dalam menangani keadan Gilang. Dokter kedua berpendapat bahwa perkembangan otak Gilang tidak optimal dari awal yang belum diketahui penyebabnya. Menurutnya melakukan operasi kranial untuk memberi ruang agar otak berkembang merupakan spekulasi yang beresiko tinggi. Sehingga menurutnya tidak perlu melakukan operasi tersebut. Hal yang harus dilakukan adalah mempersiapkan mental untuk terus memberikan terapi terbaik bagi Gilang. Terapi adalah satu-satunya jalan yang harus ditempuh agar Gilang mencapai tumbuh-kembang yang optimal.

Akhirnya saat tersulit dalam menentukan keputusan atas tindakan yang akan dilakukan kepada Gilang menghadapi dua pilihan. Melakukan operasi kranial atau menyiapkan diri menjalani terapi yang panjang. Dan keputusan yang diambil adalah dengan tidak melakukan operasi kranial. Semoga keputusan sulit di saat tersulit tersebut menjadi pilihan terbaik di masa mendatang.

*Inilah saat tersulit yang pernah saya (admin) hadapi. Bagi orang tua yang ingin berbagi pengalaman saat tersulit silahkan bagi pengalamannya disini.

Facebook Comments
Share Button

2 thoughts on “Saat Tersulit”

  1. min bagaimana cara saya mendapatkan informasi lebih banyak tentang anak-anak cerebral palsy ?
    karena saat ini saya lagi mengerjakan penelitian untuk skripsi dan berhubungan dengan cerebral palsy .. terima kasih .

    1. Sebelumnya sempat ada mahasiswa yang juga mengumpulkan data dari para anggota Rumah Cerebral Palsy. Caranya dengan menyebarkan form isian yg dikumpulkan via email. Untuk lebih jelasnya bisa koordinasi lewat email rumahsipi@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *