Sibling Rivalry pada Anak Cerebral Palsy

sibling rivalry

Sibling Rivalry pada Anak Cerebral Palsy

Setiap manusia membawa cerita sendiri untuk dikisahkan. Begitupun dengan anak penyandang Cerebral Palsy. Salahsatunya adalah tentang bagaimana interaksi yang terjadi antara mereka dengan saudara terdekatnya. Hubungan antara saudara kakak beradik ( sibling ) bisa jadi adalah hubungan pertama yang bersifat equal bagi seorang anak. Tidak seperti hubungan antara anak dan orang tua, dimana orang tua dalam pihak yang dominan. Mengasuh seorang anak penyandang Cerebral Palsy yang mempunyai saudara tentu tak sama pengasuhannya. Sibling rivalry yang terjadi antara dua anak normal tak sama dengan saudara penyandang cerebral palsy. Mempersiapkan seorang anak yang mempunyai saudara penyandang cerebral palsy adalah hal lain yang tak kalah pentingnya. Kedua hal ini (mengasuh anak CP dan mempersiapkan mental saudaranya) adalah tugas berat yang harus dilakukan oleh orang tua dari anak CP.

Gilang (7 tahun) seorang penyandang cerebral palsy, anak pertama saya yang hingga kini masih menggunakan botol / dot untuk minum susu. Sementara itu adiknya Akbar (2.5 tahun), saat ini disarankan oleh dokter anak untuk mulai meninggalkan kebiasaan minum susu menggunakan botol. Diusianya saat ini Akbar adalah seorang pengamat yang baik, seorang peniru ulung. Sifat-sifat yang biasa dimiliki anak-anak seusianya. Ketika saya berusaha mengurangi kebiasaannya menggunakan botol untuk minum susu, dia sering berkata “Koq Aa boleh?”.

Akbar akan membandingkan dirinya dan kakaknya dalam segala hal. Apapun yang boleh dilakukan kakaknya maka harus juga boleh dilakukannya. Sementara itu usaha untuk memberi pengertian kepadanya tak semudah membalikkan telapak tangan. Bukan hal yang aneh ketika bepergian Akbar ingin duduk di kursi roda milik Gilang. Atau di lain waktu Akbar ingin memakai brace yang biasa dipakai Gilang. Hal-hal seperti itulah yang akan dihadapi oleh orang tua dari anak penyandang cerebral palsy dengan saudaranya. Sibling rivalry yang terjadi akan mencakup hel sepele hingga hal serius bahkan pada hal yang tak terduga sebelumnya.

Persiapan yang baik sangat dibutuhkan oleh anak yang bersaudara dengan anak cerebral palsy atau anak berkebutuhan khusus lainnya. Penanganan yang kurang tepat dalam masalah ini bisa jadi membuat anak merasa minder atau efek negative lainnya. Memberi pengertian tentang apa yang sebenarnya dialami oleh saudaranya tentu harus disesuaikan dengan usia anak. Bisa jadi, ketika anak berusia tiga tahun cukup mengatakan bahwa saudaranya sedang sakit. Namun untuk anak yang lebih besar tak akan cukup penjelasan seperti itu.

Facebook Comments
Share Button

3 thoughts on “Sibling Rivalry pada Anak Cerebral Palsy”

  1. Askum…saya wanita 28 thn memiliki ank pertama kami berusia2thn3bln …saya ingin tau segala hal informasi ttg Anak2Cp dan bersilaturahmi dgn semua keluarga Rumah Cp..mohon info utk bisa join dan dmn alamat rumah cp..THx….waasallam….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *