Spastik Pada Cerebral Palsy

Spastik pada cerebral palsy

rcp-aldy2

Sebelumnya admin meminta maaf dari pembaca semua karena terlambatnya review tentang kegiatan Rumah Cerebral Palsy. Pada tanggal 14 Juni 2015 telah dilaksanakan kegiatan diskusi, belajar bareng dan kopdar Rumah Cerebral Palsy. Pembicara yang diundang adalah seorang praktisi di bidang penanganan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) yaitu Kak Aldi Wisra. Tema yang dibahas dalam kegiatan kali ini adalah ” Spastik : Penyebab dan Penanganannya Pada Anak Cerebral Palsy “. Kegiatan kopdar kali ini masih bertempat di Keanna Center yang beralamat di jalan Cilandak Raya, komplek VICO , KKO no 16, Cilandak, Jakarta Selatan. Peserta yang hadir adalah para orang tua Anak Cerebral Palsy (ACP) yang juga mengikuti kegiatan Pelatihan Home Therapy pada gelombang I dan II.

aldy-rcp1

Kak Aldy memulai pembicaraan dengan sebuah pertanyaan simpel namun jawabannya tidak mudah.
Apa yang ibu / bapak ketahui tentang spastik?
Para peserta pun memberi jawaban dengan berbagai macam jawaban seperti kejang, kaku, tegang, anak spastik banyak makan tetapi tetap kurus dan banyak jawaban lainnya. Kak Aldy kemudian merangkum semua jawaban dengan sebuah jawaban bahwa ” Spastik adalah kondisi otot yang tidak mampu rileks “. Para peserta pun diminta untuk merasakan bagaimana rasanya spastik dengan menegangkan otot2 tanganya dan menahan selama satu menit. Ketika ditanyakan kepada para peserta apa yang mereka rasakan semua menjawab hampir seragam yaitu merasa capek dan lelah. Hal ini bisa menjelaskan secara langsung mengapa anak yang mengalami spastik cenderung makannya banyak tetapi tetap kurus. Hal ini karena banyaknya energi yang mereka pakai dengan kondisi spastiknya.

aldy-rcp2

Beruntung Kak Aldy piawai dalam menyampaikan bahasan tentang spastik ini. Penjelasan yang simpel juga disertai dengan “praktek” yang dilakukan oleh salah seorang peserta. Menjadi “kelinci percobaan” dengan melakukan proses berguling kemudian ditanya bagian mana saja dari tubuh yang bekerja kala seseorang harus berguling. Praktek dan penjelasan dengan cara seperti ini membuat keterangan yang disampaikan menjadi gampang dicerna oleh para peserta. Satu wawasan lagi yang saya sendiri sebagai admin baru mengetahuinya adalah cara untuk mengatasi spastik. Salah satu penanganan terhadap spastik adalah dengan memperhatikan PERNAPASAN. Ternyata pernapasan sangat berperan besar dalam terjadinya spastik. Penanganan pernapasan yang baik dapat membantu mengurangi spastik pada anak Cerebral Palsy.

Tehnik membantu ACP dalam pernapasan adalah dengan cara anak ditidurkan terlentang. Letakkan dua tangan dibawah perut tepatnya pada tulang punggung. Ikutilah irama pernapasan anak. Saat tulang punggung terangkat ketika membuang napas, dorong badan anak keatas dan tahan beberapa saat. Ketika anak menarik napas dan punggung menekan kebawah lepaskan tekanan dan ikuti turunnya tubuh anak. Lakukan hal ini hingga pernapasan anak menjadi lebih teratur dan spastiknya berkurang.

aldy-rcp3

Cara lainnya adalah dengan menekan tulang dada/iga anak dibagian ujung bawah ketika anak membuang napas. dan lepaskann tekanan ketika anak kembali mengambil napas. Hal ini dilakukan beberapa kali hingga pernapasan anak lebih teratur. Alasan melakukan terapi seperti ini adalah karena anak spastik tidak mampu membuang 100% udara yang dihirup dan hal inilah yang bisa memperberat kondisi spastik. Dengan membantu menekan dada disaat membuang napas diharapkan udara yang masuk dan keluar menjadi seimbang. Hal ini akan membuat pernapasan lebih baik dan mengurangi spastik.

Antusiasme peserta sebenarnya begitu tinggi dalam menanyakan banyak hal yang mereka hadapi dari anak mereka. Namun Kak Aldy membatasi bahasan agar lebih fokus dan peserta bisa mengambil manfaat yang banyak dari bahasan tersebut. Selain masalah tehnik, Kak Aldy juga menekankan pentingnya kesungguhan dan keuletan orang tua dalam melakukan terapi di rumah. Pengetahuan yang banyak tentang bagaimana menangani spastik tak akan ada manfaatnya seandainya orang tua tidak konsisten untuk melakukannya. Terbatasnya waktu membuat acara diskusi terasa cepat berlalu. Panitia pun berjanji untuk mengadakan acara serupa dengan tema lainnya yang menjadi keinginan para peserta.

Terima kasih untuk Kak Aldy Wisra atas kesempatannya berbagi ilmu dan wawasan bagi kami para orang tua dari anak penyandang Cerebral Palsy. Dan bagi para peserta semoga ilmu yang didapat bisa bermanfaat dengan sebaik-baiknya.

RCP-aldy1

  • Catatan tambahan dari Bu Yulietta

    Satu lagi pak…
    Yang satu ini saya tanamkan baik2 di lubuk hati saya.
    Kak Aldi Wisra menyatakan : “Yang menyebabkan seorang anak CP bisa memaksimalkan kemampuannya, atau menyebabkan anak CP makin spastik, makin memendek ototnya adalah orang tuanya sendiri.” Saya garis bawahi orangtua ACP sendiri penyebabnya.

    Mengapa?
    Jika ortu ACP rajin menstimulasi otot ACP, rajin melaksanakan terapi sendiri di rumahnya dg teratur, hasil yg dicapai ACPnya akan memaksimalkan kemampuannya.

    Sebaliknya bila ortu ACP tdk melakukan apa2 di rmh, tdk memstimulasi otot, tdk melaksanakan terapi spt yg dicontohkan terapis, maka akan makin menjadi spastiknya.

    Jangan memasrahkan sepenuhnya penanganan anak ACP kita kpd terapis, tetapi kita sbg ortu harus mau berperan aktif dengan melaksanakan terapi2 spt yg terapis lakukan”

  • Catatan tambahan dari Bu Noi Ambar

    Kalau boleh saya ingin menambahkan penanganan spastic bisa juga dilakukan dengan melakukan :
    1. Stimulasi yang bersifat Relaksasi seperti : massage, neuro senso, stimulasi sentuh

    2. Stretching (penguluran)

    Streching merupakan suatu bentuk terapi yang di susun untuk mengulur struktur jaringan lunak yang mengalami pemendekan secara patologis dan dengan dosis tertentu dapat menambah range of motion.

    3. Mobilisasi Bertahap

    Semua latihan yang dilakukan dalam menangani spastic pada anak CP memang harus dilakukan dalam keadaan rileks dan tidak ada paksaan. Perlu kesabaran, ilmu, pengalaman dan teknik yang khusus untuk tetap bisa mengajak anak melakukan semua latihan diatas dengan cara menyenangkan. Bantuan dan bimbingan dari para ahli therapist sangat dibutuhkan. Tapi yang paling terpenting adalah kesungguhan dan juga kontinuitas latihan yang teratur sangatlah diperlukan. Maka faktor keluarga khususnya orang tua dan keluarga inti dapat juga melakukan latihan sendiri di rumah bersama anak tersayang tentunya setelah mendapat petunjuk dan bimbingan dari para therapist.

    Dikhawatirkan bila spastic ini tidak tertangani sedini mungkin maka akan timbul permasalahan-permasalahan lain yang lebih kompleks seperti : gangguan motorik , gangguan fungsi pernafasan, gangguan menelan, gangguan fungsi alat2 pencernaan, gangguan postural tubuh, gangguan bicara dll.

    Membuat buku yang berisi jadwal dan program latihan yang harus dikerjakan setiap harinya bisa merupakan solusi yang baik untuk latihan si kecil. Tandailah program latihan yang sudah dilaksanakan dengan “check List” sehingga kita bisa tahu mana program yang sudah atau belum dijalankan . Mengevaluasi latihan yang sudah dijalankan juga perlu dilakukan agar kita dapat mengetahui efektivitas latihan serta dapat menyusun program latihan selanjutnya.

Facebook Comments
Share Button

3 thoughts on “Spastik Pada Cerebral Palsy”

  1. Assalamu’alaikum….saya sebagai orang tua ACP,apakah selain terapi ada obat / suplemen tambahan ??mksih

  2. Assalamu alaikum
    saya ibu dari penderita CP, selama ini tidak pernah menstimulasi anak krn ketidak tahuan dan kami stay di daerah yang tidak ada terapis. Beberapa kali nonton youtube hanya tidak tahu harus memulai dari mana. Apakah saran dari RCP untuk saya? Terima kasih

    1. Wa’alaikum salaam.
      Sebaiknya bunda tetap harus menemui ahli tumbuh kembang anak, apakah itu seorang dokter rehab medik atau terapis. Tujuannya adalah untuk mengetahui dengan pasti dimana letak ketertinggalan anak Bunda. Setelah itu baru ditentukan terapi seperti apa yang sebaiknya diterapkan pada anak Bunda. Nah jika sudah jelas jenis terapinya maka terapi yang diperlukan bisa dilakukan sendiri dirumah.Terima kasih Bunda Suraedah sudah mampir di web ini. Semangat terus yaa 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *