Tatalaksana untuk Kondisi Medis Lain

Tatalaksana untuk Kondisi Medis Lain

  1. Epilepsi
    Pengetahuan ilmu kedokteran tentang epilepsi sudah jauh berkembang didekade terakhir. Banyak tipe kejang dan epileps, termasuk juga yg terjadi pada anak dengan CP. Beberapa tipe merupakan akibat langsung dari kerusakan otak yg ada dan akan menetap seumur hidup. Beberapa tipe epileipsi tidak berhubungan langsung kepada CP, dan kemungkinan kejangnya hanya terjadi saat masih bayi atau awal masa kanak2. Beberapa jenis kejang dan kelainan EEG (aktivitas listrik otak) mungkin mengganggu pertumbuhan anak, namun jenis lainnya tidak berhubungan. Masukan dari Spesialis saraf atau spesialis anak dibutuhkan dalam menentukan tipe epilepsi yg diidap, dan juga potensi gangguannya pada anak, serta tatalaksananya.
    Kebanyakan membutuhkan pengobatan yg rutin sesuai dengan tipe dan penyebabnya. Dokter akan berusaha memberikan pengobatan dengan efek samping yg minimal. Obat2an diminum tiap hari untuk mencegah kejang dan mengurangi frekuensinya, namun terkadang diperlukan beberapa kali perubahan obat atau dosis sampai didapatkan yg paling cocok untuk tiap anak. Bila terjadi kejang, terkadang dibutuhkan obat yg dimasukkan lewat suntikan atau jalan lain untuk mengatasi kejang tersebut.
    Obat2an yg umum diberikan : sodium valproate, carbamazepine, lamotrigine, levetiracetam, dll.
  2. Gastro-oesophageal reflux (GOR)
    Lebih banyak terjadi pada anak2 dengan CP dibandingkan anak2 lainnya. Yg sering terjadi adalah aliran makan keluar lg lewat kerongkongan, muntah dan menyebabkan pembengkakan pada kerongkongan. Sulit menelan dan makanan salah masuk ke saluran nafas juga mungkin terjadi.
    Terapi konservatif untuk mengurangi GOR, termasuk :
    a. Memposisikan bayi atau anak dalam posisi tegak setelah makan
    b. Makanan lebih padat
    c. Mengurangi kecepatan memberi makanan (terutama makanan cair)
    Bila terapi konservatif gagal, terkadang dibutuhkan pemberian obat2an seperti obat anti-acid (ranitidin, omeprazole, dll) dan obat prokinetik (domperidone, dll), walaupun tidak selalu efektif.
    Bila semua terapi dan obat2an tidak berhasil mengatasi GOR, terapi pembedahan merupakan pilihan yg harus dilakukan.

    Tatalaksana untuk Kondisi Medis Lain

  3. Kontrol saliva (air ludah)
    Terapi wicara mempunyai peran penting dalam mengatasi hal ini. Bila tidak berhasil, terkadang dibutuhkan pengobatan tambahan untuk mengatasinya, terutama untuk anak diatas 3 tahun.
  4. Konstipasi
    Anak dengan CP sering mengalami kesulitan dalam BAB. Diet tinggi serat dan asupan cairan yg cukup bisa mengatasi hal ini. Namun hal ini terkadang tidak mudah pada beberapa anak dengan CP. Penggunaan laksative yg terkontrol bisa membantu dalam penanganan konstipasi berat.
  5. Nutrisi
    Ahli gizi dapat memberikan nasihat yg berguna mengenai nutrisi yg mencukupi. Berat badan yg berlebih sangat tidak menguntungkan terutama untuk anak yg sedang belajar berjalan. Berat yg kurang serta kurang nutrisi mungkin merupakan tanda2 kesulitan dalam makan. Pada sebagian kecil anak, penggunaan selang makan bisa membantu.

Selesai.

Narasumber :

Nama : Dr. Patar Oppusunggu Sp.OT
Pekerjaan : Dokter Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi di RSUD Kab Tangerang Banten.
Pendidikan :
– FKUI-RSUPN Cipto Mangunkusumo
– Departemen Orthopaedi dan Traumatologi FKUI RSUPN Cipto Mangunkusumo
– Fellowship Pediatric Orthopedic, Mumbai. India

Facebook Comments
Share Button

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *