Terapi Oksigen Hiperbarik

Terapi Oksigen Hiperbarik

hyperbaric-chamber(Sumber gambar : emag.medicalexpo )

Terapi oksigen hiperbarik atau Hyperbaric Oxygen Therapy (HBOT) umumnya digunakan untuk mengobati penyelam scuba. Akhir-akhir ini terapi ini juga telah digunakan untuk mengobati beberapa jenis cerebral palsy. Masih menjadi perdebatan apakah HBOT adalah pengobatan yang efektif untuk anak-anak dengan cerebral palsy. Beberapa penelitian telah menunjukkan perbaikan pada motorik, verbal dan keterampilan visual. Namun, yang lain merasa tidak ada data yang konklusif yang cukup untuk merekomendasikan hal ini kepada orang-orang dengan cerebral palsy. Kami akan meninjau kedua sisi argumen untuk membantu Anda memutuskan apakah HBOT adalah pengobatan yang tepat untuk anak Anda.


Apa itu terapi oksigen hiperbarik ?

Saat menggunakan terapi oksigen hiperbarik, pasien memasuki ruang khusus atau ruang kaca yang dirancang untuk memanipulasi tekanan udara. Prosedur ini tidak menyakitkan dan pasien bisa memakai pakaian yang nyaman, mendengarkan radio, membaca atau menonton televisi ketika berada di dalam ruangan. Sesi rata-rata berlangsung sekitar satu jam, termasuk dekompresi setelah sesi selesai.

Setelah pasien berada di dalam, ruangan disegel dan tekanan udara dalam dinaikkan ke titik di mana pasien bernapas 100 persen oksigen. Sebagai perbandingan, udara yang Anda hirup sekarang berisi sekitar 20 persen oksigen. Peningkatan tekanan udara dengan cara ini memungkinkan bagi paru-paru untuk mengambil di tiga kali lebih banyak oksigen biasanya. Dengan asupan oksigen yang lebih dalam tubuh, sel yang rusak atau cacat dapat diregenerasi dan berpotensi diberi kesempatan kedua untuk menjadi lebih fungsional.

Adakah resiko terapi oksigen hiperbarik ?

Seperti halnya semua prosedur medis, selalu ada risiko ketika menggunakan terapi oksigen hiperbarik. Pasien yang menjalani HBOT mungkin mengalami barotrauma, bentuk kerusakan telinga yang berkaitan dengan perubahan tekanan. Praktisi medis harus dapat menyarankan Anda tentang cara untuk mengurangi masalah kesehatan yang berkaitan dengan kompresi dan dekompresi dan harus mencegah hal ini jangan sampai terjadi. Isu-isu lain yang terkait dengan HBOT termasuk oksigen toksisitas (keracunan oksigen), sakit kepala atau kelelahan. Untungnya, risiko ini tidak umum terjadi.

Terapi oksigen hiperbarik masih menjadi pengobatan yang kontroversial bagi pasien dengan cerebral palsy. Dalam dekade terakhir, banyak penelitian telah dilakukan dan hasilnya bervariasi. Pada tahun 1999, sebuah penelitian yang diterbitkan oleh para peneliti di McGill University untuk menguji efektivitas HBOT pada anak-anak dengan cerebral palsy. Studi ini mengambil 25 anak-anak dengan cerebral palsy, yang masing-masing mengalami 20 sesi HBOT selama sebulan. Tes tindak lanjut menyimpulkan bahwa 67 persen dari anak-anak menunjukkan perbaikan dalam gerakan dan pengurangan kekakuan otot.

Namun, sebuah studi dari Kanada pada akhir tahun 1980-an itu ditanggapi dengan skeptis. Studi ini mengumpulkan 473 anak-anak yang menderita cerebral palsy spastik dan diberikan 20 kali sesi terapi masing-masing satu jam untuk 230 anak-anak dalam kelompok. Setelah evaluasi ulang setelah enam bulan, sekitar 75% dari anak-anak dirawat memiliki peningkatan keseimbangan dan penurunan frekuensi kejang.

Kontroversi berasal dari 243 anak-anak yang tersisa yang dikelompokkan ke dalam studi plasebo. Tidak seperti studi plasebo standar, 243 anak-anak ini diobati dengan versi berkurangnya HBOT, menggunakan 1,3 tekanan atmosfer yang berbeda dengan 1,7 tekanan atmosfer digunakan untuk sampel asli yang 230. Hal ini menyebabkan beberapa peneliti mengklaim bahwa studi ini tidak menggunakan plasebo benar. Sebuah artikel yang ditulis oleh Pierre Marois memberikan rincian lebih lanjut mengenai kontroversi ini.

Bahkan saat ini, penelitian masih sedang berlangsung dalam hal efektivitas HBOT untuk cerebral palsy. Satu studi yang telah diterbitkan menunjukkan peningkatan kualitas hidup bagi mereka yang menjalani prosedur HBOT. Namun studi yang lain menunjukkan bahwa pengobatan tidak menyembuhkan cerebral palsy dan bahwa efek dari HBOT tidak permanen. HBOT juga bisa menjadi prosedur yang mahal sehingga mungkin tidak tersedia untuk semua keluarga yang anaknya memiliki cerebral palsy. Dalam kasus apapun, sebaiknya bicarakan dengan dokter anak Anda tentang HBOT untuk melihat apakah pengobatan ini layak dicoba untuk anak Anda.

Facebook Comments
Share Button

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *