Tim JSPO Di Kecamatan Ciseeng

Tim JSPO Di Kecamatan Ciseeng

jspo1
JSPO adalah Jakarta School of Prosthetics and Orthotics yang terletak di kawasan Jakarta Selatan, tepatnya sekitar Rumah Sakit Fatmawati Jakarta. Termasuk salah satu fakultas dari Politeknik Kesehatan yang berada dibawah naungan Departemen Kesehatan Republik Indonesia. JSPO juga biasa memberikan bantuan peralatan bagi para penyandang disabilitas secara gratis. Para penyandang Cerebral Palsy adalah termasuk sasaran pemberian bantuan dari JSPO. Di awal bulan Mei 2015, tim JSPO berkunjung ke salah satu kecamatan yang berada di wilayah Kabupaten Bogor yaitu Kecamatan Ciseeng. Proses yang dilakukan pada tahap pertama adalah proses pendataan. Semua penyandang disabilitas yang hadir (tidak hanya penyandang Cerebral Palsy) dilihat kondisinya dan ditentukan alat bantu apa yang diperlukan. Pada pertemuan pertama hadir sejumlah sebelas orang penyandang disabilitas. Namun hanya enam orang yang diberikan bantuan berupa alat bantu dan semuanya adalah anak penyandang cerebral palsy (ACP).

jspo2

Pada minggu berikutnya semua ACP yang akan mendapatkan bantuan dibawa langsung ke kampus JSPO untuk dilakukan pengukuran. Dari semua ACP yang hadir pada umumnya mendapatkan satu paket alat bantu yaitu AFO dan splint. Hanya ada satu orang yang hanya mendapatkan AFO tanpa splint. Setelah dilakukan pengukuran semua ACP disuruh untuk menunggu kabar dari pihak JSPO untuk pemberitahuan selanjutnya. Waktu yang dijanjikan antara satu hingga dua minggu diperlukan untuk membuat semua alat bantu yang akan digunakan para ACP. Setelah pembuatan alat2 bantu selesai, semua ACP diminta kembali ke kampus JSPO untuk dilakukan fitting. Proses ini diperlukan karena biarpun telah dilakukan pengukuran pada tahap awal pembuatan masih banyak penyesuaian yang harus dilakukan agar alat bantu berfungsi maksimal.Alat bantu berupa AFO dan splint pun selesai hingga tahap ini dan diserahkan kepada ACP yang membutuhkan.

jspo3

Pada saat penyerahan alat bantu ini pihak JSPO tak lupa mengajarkan cara menggunakan alat2 bantu tersebut. Penggunaan alat bantu memang harus dengan cara2 tertentu baik lamanya pemakaian dan kapan waktu pemakaian. Juga diterangkan pula apa yang harus dilakukan jika terdapat gangguan setelah pemakaian alat bantu seperti adanya luka atau tanda kemerahan di kulit.

jspo4

Selesainya pemberian alat bantu tak lantas membuat kerja tim JSPO selesai sampai di situ. Sebulan sekali tim dari JSPO datang ke kecamatan Ciseeng untuk melihat kondisi yang dialami ACP setelah menggunakan alat bantu. Pengamatan dilakukan untuk melihat apakah ada keluhan dari pemakaian alat tersebut. Juga untuk memantau sejauh mana perubahan klinis pada ACP. Ada parameter2 tertentu yang diukur seperti perbandingan sudut tungkai dan lutut sebelum dan setelah pemakaian alat bantu. Kunjungan yang dilakukan oleh tim JSPO berlangsung selama 3 kali. Dari hasil pengamatan tim JSPO didapatkan hasil yang cukup menggembirakan dari kondisi ACP setelah pemakaian alat bantu. Pada tanggal 31 Agustus 2015 adalah hari terakhir tim JSPO mengunjungi ACP di kecamatan Ciseeng. Kunjungan yang dilakukan untuk mengamati kondisi terakhir ACP juga sebagai penutupan kegiatan JSPO di Kecamatan Ciseeng.

jspo5

Facebook Comments
Share Button

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *